Progress skripsi gw : Modul Evaluator Sistem Pembelajaran Cerdas
Hari rabu kmaren gw ngadep pak marimin (Prof. Dr. Ir Marimin, M.Sc : cool!!) memberikan progress report skripsi gw. karena gw narsis, jadi gw juga posting progress report skripsi gw di blog ini, hehehe, yha ini kan fungsi utama blog : bernarsis-narsis ria, bwahahha.
OK, pertama gw mo cerita dikit-dikit background dari skripsi ini, byar nanti nggak pada blank tentang apa yang gw ceritain selanjutnya.
Judulnya : Modul Evaluasi Sistem Pembelajaran Cerdas. Secara selintas ada dua buah sistem yang tersirat dalam judul skripsi gw, pertama dalah modul evaluasi dan kedua adalah sistem pembelajaran cerdas. Sistem yang gw buat terbatas pada satu modul saja, yaitu sistem evaluasi. Sedangkan sistem pembelajaran cerdas secara umum dikerjakan oleh dua orang peneliti sebelum gw: Pak Panji dan Anita.
Sistem Pembelajaran Cerdas
Komputer telah digunakan dalam dunia pendidikan lebih dari 20 tahun. Computer-based learning (CBT) dan Computer Aided Instruction (CAD) adalah sistem yang pertama kali diperkenalkan sebagai usaha untuk mengajar siswa menggunakan komputer. Dalam sistem seperti ini, instruksi terhadap siswa tidak diberikan secara unik kepada perseorangan, tetapi instruksi diberikan sama untuk setiap siswa. Keputusan bagaimana mengajarkan materi kepada siswa tidak memperhatikan kemampuan siswa, tetapi hanya sebatas kondisi-kondisi sederhana yang dikandung oleh sistem. Sehingga semua siswa akan diajar dengan cara yang sama, tidak peduli apakah dia siswa yang cepat belajar maupun siswa yang agak lambat menerima materi.
Sistem pembelajaran cerdas menyempurnakan kelemahan tersebut dengan memperhatikan kemampuan siswa, dan mengajarkan materi sesuai dengan kemampuannya. Dengan cara seperti ini proses pembelajaran menjadi semakin efektif. Kemampuan memahami siswa adalah bagian dari "kecerdasan" sistem pembelajaran cerdas, selain itu sistem pembelajaran cerdas juga dapat mengetahui kelemahan-kelemahan siswa, sehingga dapat diambil keputusan pedagogig untuk mengatasinya.
Dilihat dari berbagai sisi, Sistem Pembelajaran cerdas, sangat mirip dengan sistem pembelajaran yang diberikan oleh pengajar. Didasarkan pada ilmu kognitif dan kecerdasan buatan.

Gambar 1. Arsitektur Sistem Pembelajaran Cerdas (Wasmana, 2005)
Sistem Pembelajaran Cerdas (Intelligence Tutoring System, ITS) adalah suatu sistem yang memanfaatkan teknik tingkat lanjut dalam mendeskripsikan dan meningkatkan proses pengajaran. Walaupun demikian pemahaman sistem pembelajaran cerdas telah berkembang menjadi suatu sistem yang mampu "memahami" dan berlaku selayaknya pengajar. Sistem pembelajaran cerdas memberikan fleksibilitas dalam mempresentasikan materi dan kemampuan memahami karakteristik siswa yang lebih besar.
Keunggulan sistem pembelajaran cerdas dibandingkan guru adalah kemampuannya dalam memahami karakteristik unik setiap siswa dan menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa tersebut (Franek, 2003). Kecerdasan sistem pembelajaran cerdas diwujudkan dalam kemampuan pedagogignya untuk menyampaikan materi sesuai karakteristik siswa yang diajarnya, memberikan tugas, dan menilai kemampuan siswa.
Bagian gw cuma sebatas modul evaluator, sistem pembelajaran cerdas yang selama ini telah dibuat hanya sebatas evaluasi hasil pembelajaran dengan menggunakan pertanyaan pilihan berganda. Evaluasi tersebut kurang memberikan gambaran sepenuhnya tentang kemampuan siswa, terutama kemampuan siswa dalam membuat program. Jadi tugas gw adalah melakukan evaluasi kemampuan siswa membuat program dengan meminta siswa untuk membuat siswa dan mengkoreksi kerjaanya, beres atau nggak.
Modul Evaluator
Modul evaluator berfungsi dalam proses evaluasi jawaban siswa dari soal yang diberikan oleh sistem. Proses evaluasi dilakukan berdasarkan jenis soal yang diberikan. Untuk jenis soal pilihan terbatas tidak terdapat perlakuan khusus dari sistem dalam proses evaluasi. Sistem mencocokkan jawaban siswa dengsn jawaban seharusnya dan memberikan nilai jika jawaban benar. Untuk kejadian jawaban salah, sistem evaluator akan memberikan penjelasan letak kesalahan yang dilakukan berdasarkan pilihan yang dilakukan siswa.

Gambar 2. Arsitektur Sistem Evaluator (Fatkhan , 2007)
Untuk mengevaluasi pekerjaan siswa, gw dapet ide menggunakan model soal seperti di Olimpiade komputer. Dimana panitia akan menyediakan grader untuk mengoreksi pekerjaan siswanya. Cara kerja grader ini sangat sederhana, setiap program yang dibuat ditetapkan format input dan outputnya, bisa menggunakan standard input (stdin) atau standard out(stdout), atau menggunakan input-output dari file. Kemudian program siswa akan dicompile, kemudian diberi input yang telah ditentukan, lalu output yang dihasilkan oleh siswa dibandingkan dengan output yang telah ditentukan, contohnya seperti ini nih :
buat sebuah aplikasi yang menghitung bilangan faktorialinput output
0 1
1 1
2 2
3 6
4 24
5 120
6 720
7 5040
8 40320
9 362880
Kalau programnya dapat melalui tes ini yha nilainya 100 donk, kalau salah yha salah nilainya tergantung berapa tes yang benar dan berapa yang salah. Nah pertanyaanya sekarang, kalau kode siswanya salah sintaks, gimana? apa diserahkan saja sama siswanya untuk memperbaiki sendiri? kalo gitu keadaanya, dimana sisi inteligent dari sistem ini?. Nah disinilah sisi "intelligent" dari modul evaluator yang gw bikin. Kalau ada yang salah dengan kode programnya, Intent recognizer akan memeriksa kodenya, huruf per huruf. Pemeriksaan ini tentu saja memerlukan lexer dan parser.
Gw ga bikin lexer dan parser untuk bahasa C, kalau bikin sendiri gw bisa gila kali yha. Gw menggunakan tools untuk mengenerate lexer dan parser tersebut, namanya ANTLR (ANother TooL for Language Recognizer). Dibuat nyaris sendirian oleh profesor gila Terrence Parr selama kira-kira 15 tahun. Trus gw juga ga bikin grammar untuk Cnya, gw tinggal pake grammar C untuk ANTLR V3 yang dibuat, juga, oleh Terrence.
Pada tahap awal sekali perkembangan skripsi ini, gw bener-bener blank gimana caranya memeriksa kode program siswa. Walaupun begitu gw bener-bener nekat ambil topik ini, yha dasar keras kepala kali ya, atau saking bodohnya?
)" title="
)" /> whatever lah. Dulu gw berfikir untuk membuat recognizer kode program C menggunakan rule base software. Dengan rule-rule if-then gw bermaksud mengenali program bahasa C, tapi ini bener-bener langkah nekat, waktu itu terlintas di pikiran gw bahwa gw harus bikin ribuan rule untuk mengenali program bahasa C, gila ye?.
Gw blank banged harus digimanain ini topik skripsi, akhirnya gw memutuskan untuk kerja dulu dalam rangka membuka wawasan dan mencari ilmu, selain karena gw bener-bener dalam krisis finansial parah
. Setengah tahun kerja di suatu perusahaan konsultan, gw merasa perkembangan gw ga terlalu signifikan. Suatu saat, gw memutuskan untuk mengikuti kursus java, disini gw ketemu endy. Kemudian gw pindah kerja ke LSM kehutanan untuk bikin software simulasi hutan, karena software simulasi itu ditulis pake java, dan domisili kantornya di bogor. Gw pikir sekalian kerja sekalian nylesein skripsi. Tapi kenyataan berkata lain, karena gw ga kunjung menemukan gimana cara untuk menyelesaikan skripsi gw ini, bahkan pembimbing gw menawarkan untuk cukup membuat algoritma sederhana untuk matching huruf per huruf antara kode program pekerjaan siswa dan kode program kunci jawaban yang disediakan sebelumnya. Tentu saja dengan algoritma ini, tidak bisa memeriksa variasi kode program yang diberikan oleh siswa, gw tidak setuju dengan ide ini.
Sampai suatu saat iseng-iseng gw menemukan artikelnya endy, tentang "Katak dalam tempurung", disana dya menyebutkan tentang "di luar negeri sana, dosen tidak hanya sekedar mengoceh di dalam kelas menjelaskan Teori Automata. Dia membuat implementasi parser, menyumbangkan parser tersebut menjadi open source, dan tidak lupa memasang foto konyol di website parser tersebut". Iseng-iseng gw buka linknya, dan tararara gw menemukan ANTLR :D. Setelah itu sedikit demi sedikit gw melihat-lihat apa yang bisa dilakukan ANTLR, dan memang ternyata cocok dengan apa yang gw mau.
Pada awalnya bekerja dengan ANTLR sungguh tidak menyenangkan, karena Terrence belum menyediakan IDE untuk develop aplikasi dengan ANTLR. Pertama gw harus bikin bahasa yang namanya Terrence Markup language, yang wujudnya mirip-mirip dengan Regular Expression, seperti ini nih :
class ExprParser extends Parser;
expr: mexpr ((PLUS|MINUS) mexpr)*
;
mexpr
: atom (STAR atom)*
;
atom: INT
| LPAREN expr RPAREN
;class ExprLexer extends Lexer;
options {
k=2; // needed for newline junk
charVocabulary='\u0000'..'\u007F'; // allow ascii
}
LPAREN: '(' ;
RPAREN: ')' ;
PLUS : '+' ;
MINUS : '-' ;
STAR : '*' ;
INT : ('0'..'9')+ ;
WS : ( ' '
| '\r' '\n'
| '\n'
| '\t'
)
{$setType(Token.SKIP);}
;
Spesifikasi lexer dan parser diatas, secara umum disebut sebagai grammar dan disimpan dalam file dengan ekstensi .g (dot g). Kemudian gw harus mengenerate file ExprParser.java dan ExprLexer.java dari file grammar diatas menggunakan command line, seperti ini :
$ java antlr.Tool expr.g
ANTLR Parser Generator Version 2.7.2 1989-2003 jGuru.com
$
Setelah proses generate parser dan lexer selesai, tentu saja langkah berikutnya harus mengcompile file yang sudah selesai digenerate tadi. Setelah proses compile sukses, baru program bisa digunakan dan dites menggunakan bahasa yang dispesifikasikan oleh file grammar diatas. Empat langkah tadi harus dilaksanakan secara manual tanpa ada IDE yang membantu sama sekali. Kalau terdapat kesalahan sintaks dalam file grammarnya atau proses generate file atau compile file gagal yha harus dimulai dari awal. Itu kalau kesalahanya kesalahan sintaks, nah kalau kesalahanya kesalahan logika? sedangkan tidak ada tools untuk debuging?
(
Tiga minggu yang lalu gw menemukan antlrworks di website resmi ANTLR. Jean Bovet dan, lagi-lagi, Terrence Parr ternyata udah membuat IDE untuk develop, visualize dan debug program ANTLR, Alhamdulillah, lu emang gila ya Terrence!!. Tools ini benar-benar membantu kerjaan gw, ga perlu lagi langkah-langkah generate lexer dan parser, compile lexer dan parser, mencoba program dengan manual!. Cukup tekan satu tombol debug, maka semua kerjaan itu dilakukan oleh antlrworks. Visualisasi tree parser juga ditampilkan oleh si Antlrworks ini, sehingga kita bisa dengan gampang melihat alur eksekusi program, dari satu rule ke rule yang lain.
Gambar 3. Antlrworks in action
Pada proses debug di AntlrWorks, kita bisa mamasukkan contoh kode program yang harus dikenali oleh si grammar. AntlrWorks akan memeriksa satu persatu huruf dalam kode program tersebut dengan menggunakan lexer dan parser yang digenerate dari file grammar. Setiap kali antlrworks melewati suatu rule dalam grammar, dya akan membuat satu node dalam parse tree visualization, pada akhirnya kita dapat memperoleh gambaran visual bagaimana alur rule-rule tersebut dieksekusi untuk mengenali kode program. Kalau ada kesalahan dalam kode program, ANLTR akan "melemparkan" RecognitionExeption, kita bisa memutuskan untuk meneruskan eksekusi atau berhenti sampai disini. Begitu seterusnya hingga semua huruf dalam kode program diperiksa.
Langkah berikutnya dari modul evaluator ini adalah menjelaskan kesalahan yang terjadi dalam kode program siswa. Sistem Penjelas bertugas untuk menjelaskan dengan sejelas-jelasnya dimana kesalahan tersebut terjadi. Penjelasan yang muncul berdasarkan hasil pemeriksaan kode program oleh lexer dan parser. Sistem penjelas ini, terkadang, tidak dipunyai oleh parser C pada umumnya. Pesan kesalaha parser C pada umumnya terlalu sederhana atau terlalu bertele-tele, dan tentu saja ditulis dalam bahasa inggris. Dari pengalaman gw, programmer yang masih newbies pasti saaaangat kesulitan membaca pesan kesalahan yang diberikan parser. Gw bermaksud untuk membuat sistem penjelas yang mengatasi kesulitan programmer newbies mencari kesalahan programnya. Salah satu strateginya adalah : satu pesan kesalahan per sekali melakukan parse kode program. Mungkin untuk sebagian programmer yang lumayan ahli hal ini menghambat kerjaan, tetapi ingat, ini tools untuk belajar, bukan tools untuk development :D
Penjelasan dari sistem penjelas tentu saja menggunakan bahasa indonesia, bukan bahasa inggris. Misalnya seperti ini :
terdapat token intt dalam pekerjaan anda, apakah yang anda maksud adalah int?
Tapi sampai saat ini, gw baru bisa translate pesan kesalahan paling sederhana dari ANTLR, belum ada tambahan pesan kesalahan yang signifikan. misalnya seperti ini :
baris 5 kolom 16 tidak ada alternatif yang cocok untuk input 'intt'
Jadi bagian pintar untuk mencari keyword paling dekat dengan intt yaitu int belum gw implementasikan, but gw harap bisa gw implementasikan sebelum deadline skripsi gw di akhir Mei ini terlewati. Kalau blom bisa gw implementasikan, yha gw simpen untuk S2 nanti :D hehehe.
Selain sistem penjelas, bagian tersulit dari skripsi gw adalah membuat sistem perbaikan otomatis. Sistem perbaikan otomatis membantu siswa untuk memperbaiki kesalahanya secara otomatis. Setelah kode program diperiksa, ditemukan kesalaha di dalamnya, dijelaskan kesalahan yang terjadi, maka langkah terakhir adalah memperbaiki kesalahan, siswa bisa memperbaiki kesalahan secara manual atau dengan meminta bantuan pada sistem perbaikan otomatis. Nanti kalau sistem ini benar-benar sudah jadi, akan ada alur interaksi antara siswa dan sistem, alur interaksi ini biasa disebut sebagai "tutorial". Berikut ini contoh tutorial yang terjadi antara sistem dan siswa :
Misalnya siswa diberi soal : "Tulis sebuah program yang menghitung nilai eksponensial 2N, dimana N adalah input program. Sebagai contoh, jika N=3 maka hasilnya adalah 23=2x2x2=8.".
Kemudian siswa menjawab dengan kode seperti di bawah ini, yang ternyata terdapat banyak kesalahan didalamnya. Sistem perbaikan otomatis akan membantu siswa memperbaiki kesalahan secara interaktif lewat proses tutorial seperti ini :
inr I,val=1
For( I = 0 ; I <= 4 ; I++{
Val *= 2;
}
ME : "apakah maksud anda adalah keyword "int"?"
Siswa : Ya
Modul Evaluator akan melakukan perubahan terhadap string "inr" menjadi "int" dan parser akan memvalidasi perubahan ini karena user telah mengklarifikasi perubahan.
Hasil perbaikan :
int I,val=1
For ( I = 0 ; I <= 4 ; I++{
Val *= 2;
}
ME : "apakah maksud anda menambahkan ";" setelah "val=1" "?
Siswa : Ya
Hasil perbaikan :
int I,val=1;
For ( I = 0 ; I <= 4 ; I++{
Val *= 2;
}
ME : "apakah maksud anda adalah keyword "for" ?"
Siswa : Ya
Hasil perbaikan :
int I,val=1;
for ( I = 0 ; I <= 4 ; I++{
Val *= 2;
}
ME : "apakah maksud anda menambahkan ")" diantara "I++" dan "{" "?
Siswa : Ya
Hasil perbaikan :
int I,val=1;
for ( I = 0 ; I <= 4 ; I++){
Val *= 2;
}
ME : "apakah maksud anda adalah variabel "val" "?
Siswa : Ya
Hasil perbaikan :
int I,val=1;
for ( I = 0 ; I <= 4 ; I++){
val *= 2;
}
Proses tutorial ini bersifat dinamik, siswa tidak harus mengikuti proses tutorial hingga semua kesalahan berhasil diperbaiki. Siswa bisa dengan mudah kembali ke teks editor untuk memperbaiki kesalahannya secara langsung tanpa menunggu ME melakukannya, kemudian memproses jawaban yang baru tersebut dari awal.
Ide perbaikan kesalahan sebenernya sudah ada, gw nyontek aja sih, cuman karena gw cuma menemukan papernya saja tanpa ada kode implementasinya, gw akhirnya bikin implementasi sendiri dari awal. Bagian tersulit dari program ini adalah menemukan cara membuat parser dan lexer, yha untunglah gw terbantu dengan adanya ANTLR. Kalau tertarik dengan paper yang idenya gw pake, bisa didapetin di sini, sana dan sono.

Gambar 4. Algoritma Perbaikan Kesalahan (Sykes & Franek, 2003)
Untuk membuat sistem seperti ini diperlukan antar muka sistem yang bagus sekali, tampilanya sebaiknya mirip dengan IDE, seperti Eclipse, netbeans atau visual studio. Gw dulu pada awalnya oprek-oprek C development toolkit punyanya si Eclipse, tapi mentok di sisi dokumentasi yang sangat sedikit. Setahun kemudian gw mulai oprek-oprek netbeans, trus ketemu netbeans platform. Gw langsung bergumam "aha!" ini yang gw cari, setelah baca-membaca akhirnya dua minggu terakhir ini gw menghasilkan program ini :

Gambar 5. Modul Evaluator Sistem Pembelajaran Cerdas (Fatkhan, 2007)
Mengingat gw mulai tanpa tahu apa-apa tentang netbeans platform, gw bisa bilang proses pengerjaan program diatas nggak terlalu bikin punggung gw sakit atau jari gw kriting. Kalau gw ga pake netbeans platform trus pengen dapet program dengan kualitas seperti diatas, kira-kira gw akan memerlukan waktu berbulan-bulan dan kode beribu-ribu baris. Dengan netbeans platform cukup 2 minggu dan ga lebih dari 200 baris kode, fantastis!!.
Awalnya gw pikir akan sangat susah membuat aplikasi dengan menggunakan netbeans platform, tetapi ternyata ga sesusah itu. Dokumentasi yang sangat melimpah, komunitas yang sangat aktif dan contoh program yang bertebaran di mana-mana, sangat membantu kerjaan gw. Tutorial yang sangat banyak dapat diperoleh di platform.netbeans.org, pertanyaan akan selalu dijawab di milisnya developer netbeans platform dev@openide.netbeans.org. Javadoc dan deskripsi API bisa dilihat di netbeans.org, kalau mau memperoleh Javadoc dan api secara lengkap bisa didownload dari netbeans update center dengan nama "API Documentation" menggunakan update center tools di netbeans.
Kalau ada yang berminat dengan dokumentasi skripsi gw secara lengkap, silahkan download di sini. Dan kalau ada yang berminat untuk melanjutkan, gw dengan senang hati akan membagi ilmu gw. Kalaupun nanti ga ada yang minat nerusin sepertinya gw punya niat untuk melanjutkan program ini sebagai tesis gw di s2 atau desertasi nanti kalau sempet ambil doktoral :D. Atau at least akan terus gw kembangin jadi project di sourceforge.net atau pun di dev.java.net, dengan menambah modul pembelajaran java misalnya. Yha semoga ada yang mau menggunakanya sebagai tools untuk mengajarkan bahasa pemrograman di kampusnya :D.
12:12PM 21 May 2007 dalam kategori Java oleh ifnu Comments[20]
Ini gw, 




duh...panjang amat.. kotaknya kecil bgt si buat komen.. ;-)
baca koding bikin pusing... hihihihi
Posted by cyn on May 22, 2007 at 07:40 PM WIT #
aduh cyn, codingnya jangan dibaca mendalam yak apalagi diapalin, cukup gw aja yang stress :(, iyah nih kotanyka kok kecil gini yak, gw cari2 di CSSnya masih ga ketemu gimana cara nggedein kotaknya, paling-paling ditulis ke notepad baru dicopy paste ke kotak ini :D
Posted by ifnu on May 23, 2007 at 11:49 AM WIT #
ketik notepad dulu? ih.. ga cerdas banget .. repot.. ga nerapin sistem pembelajaran yg cerdas dong jreng?
Posted by cyn on May 25, 2007 at 12:13 AM WIT #
bwahhaha... iyah yah, skropsinya cerdas ini blognya parah :)), yang lebih serem lagi kalo pake browser opera, ini kotak comment bener2 ga keliatan lagi ngetik apa, panjang kotaknya ga sanggup menampilkan satu huruf pun... parah banged, gw dah nanya sama yang bikin theme si beccary, tapi blom dijawab :(
Posted by ifnu on May 25, 2007 at 09:38 AM WIT #
berjuanglah nak selesaikan skripsi mu, heheheh. canggih!! hebat lo jadi banyak belajar dari skripsi lo.. moga diberi banyak kemudahan. karena dulu gw skripsi kek nya banyak banget bantuan. pas udah mentok banget pas ada topik dari pak agus plus bahan tulisannya. pas mo ekstrak suara udah ada tool hasil download-an lisa. hal-hal yang keliatan remeh tapi sangat berjasa besar. ntar lo abis sidang minta gelarnya sekalian jadi master ajah, wekekeke... (ga tau diri)
Posted by yani on May 25, 2007 at 08:46 PM WIT #
halo..saya lupa passowrd neh, gimana cara ngebalikinnya yah ?
Posted by wildan on May 26, 2007 at 05:23 PM WIT #
heheh memang banyak hal-hal kecil yang akhirnya menjadi inspirasi gw untuk skripsi ini, dan itu bener-bener karena luck dan wangsit kali yak :)) yha moga -moga cepet selesai deh :D
Posted by ifnu on May 28, 2007 at 01:40 PM WIT #
kmaren juga ada yang tanya hal yang sama di JUG, tapi memang sepertinya ga ada fasilitas password reset di roller :D,
Posted by ifnu on May 29, 2007 at 11:58 PM WIT #
ih, that's the narsis of mas ku//.. progress skripsi pake diposting sgale.. btw tadi pa firman pas kul bab multimedia learning eh ngomongin kamu..si ifnu tuh skripsinya bikin ITS, ga lulus2 karena saking IDEALIS nya..hayooh... smanged2..kan udah blh seminar...
Posted by dianis on June 14, 2007 at 06:09 PM WIT #
nengnya juga dipaksain belajar java yak... hahahahah :D
Posted by ifnu on June 15, 2007 at 04:26 PM WIT #
ogah ogah...wakks...korban nih...gini deh kalo anak ilkom ketemu ama anak ilkom lagi...hihihihih..syeremmmmm
Posted by dianis on July 04, 2007 at 04:48 PM WIT #
Walah ,,,
Makanya kalo ambil Skripsi yang mudah,
kalo bisa mudah buat apa sulit ?
Kalo urusan lain, penelitian / kerjaan / proyek misalnya:
Ambil yang sulit dan expert? mengapa tidak?
Untung aja nggak kutelaah lebih jauh sintaxnya,
Kalo kutelaah, wah ... ikutan stress dong.
Terobsesi sama JAVA???
Sama dong, sampai-sampai bahasa lain aku dah lupa, ya inget dikit-dikit lah.
O..iya, ni textbox ga bisa dibesarin kah?
Kasian kan kalo ada yang mau ber-comment ria (sperti saya).
Posted by sagung on July 18, 2007 at 05:11 PM WIT #
nah ini masih cari cara gimana beresin ini textbox, cari2 di web untuk ngubah templatenya masih blom ketemu, ga tau nih gimana yah perbaikinya :(
thanks responsenya,
Posted by ifnu on July 29, 2007 at 11:45 AM WIT #
Artikel menarik (artikel Indonesia pertama di list Google yang merujuk pada ANTLR). Tapi keengganan menganalisa grammar membuat informasi peka-konteks yang seharusnya bisa Anda tangkap jadi terlewatkan pada proses parse. Kenapa tidak pakai fasilitas predikat sintaksis dan semantik ANTLR? Tabel simbol juga tetap perlu, siapa tahu pemrogram merujuk pada struct yang didefinisikan sebelum pernyataan. IMHO lho...
Akan diupload ke Internet-kah aplikasi Anda ini? Saya baru dua bulan pakai ANTLR (generate C++, bukan Java), masih harus belajar juga dari kode orang lain.
BTW, TML bukannya versi sederhana HTML (beberapa file di antlr2.org)?
Posted by Adhi Hargo on July 30, 2007 at 08:10 AM WIT #
akhirnya seminar juga yaks?
Posted by dianis on August 07, 2007 at 10:30 AM WIT #
@adi : wah senengnya ada yang minat juga sama antlr di indo, temen saya, ibrahim f burhan juga mayan ngerti tentang antlr, byasanya saya nanya2 sama beliau.
Masalah konteks itu juga saya jadikan masukan + saran ke penelitian selanjutnya :D, puyeng juga mikirin tabel simbol yang kompleks, jadi saya putuskan cuma sekedear non-context sensitive error saja yang bisa dideteksi dalam skripsi saya ini :D
@neng : hehehe sapa tuh yang takut ketemu dosen dan ga mau nemenin seminar?? :))
Posted by ifnu on August 08, 2007 at 03:43 PM WIT #
kalau boleh saya minta softcopy dari software Anda. karena sekarang saya berminat untuk mengimplementasikan ide anda dalam pembelajaran matematika. kebetulan saya dosen matematika di univ negeri malang. trim sebelumnya. saya juga telahmendownload skripsi anda dari internet
Posted by mohamad yasin on August 11, 2007 at 08:53 AM WIT #
Bagus banget Mas Ifnu :)
Posted by mujoko on August 21, 2007 at 10:02 AM WIT #
Hi Nu! pakabar?
duh, ya ampuuunnnn.. ni kotaknya kecil banget.. paling banyak ngisi cuma 4 huruf.. :P
btw, tugas akhir lo bisa dipake bwt bikin IDE cerdas nu. klo dah lulus implementasiin ke netbeans yah? hehehehe.. kapan nih bikin codefest lagi?
Posted by peb on August 24, 2007 at 03:35 PM WIT #
boleh minta source code program n aplikasinya
buat referensi bikin skripsi nih.. soalnya saya newbee bgt tentang ANTLR... makasih sebelumnya.
Posted by deni setiyanto on September 04, 2008 at 06:44 PM WIT #