Siap Siap IGOS Center Compliance
Setelah MOU dengan Ristek, terutama di pasal 2 dan 3, mengenai ruang lingkup dan kerja sama, sepertinya saya baru merasa ada yang kurang dengan standard display di Meruvian Jogja.
Bilamana ada yang pengalaman buat IGOS Center, boleh nih share, harus display apa saja, dan buat program marketing seperti apa.
Untuk product opensource dan distribusi, kita malah punya distro sendiri bernama Medallion, JENI dan soon INCA...
Masih cupu nih untuk yang non Java world... seperti Linux...hehe maklum bukan juragan kambing..
REST vs SOAP
Mengacu padrest vs a blog saya sebelumnya , saya tergelitik untuk ngeblog lanjutannya, yaitu perang REST vs SOAP.
REST dianggap product community, sedangkan SOAP ini malah bukan Microsoft vs The Standard gang, tetapi SOAP (awalnya BizTalk) diciptakan oleh Microsoft.
Dalam perkembangannya malah MS membuat banyak spesifikasi didalam SOAPnya yang mengarah ke standard MS, dan bukan standard SOAP (padahal dia pencetusnya), dan tidak mengikutinya. SOAP telah menjadi bagian dari W3C.
REST ini sebuah pendekatan kembali ke HTTP, sebagai approach, tentu saja popular karena AJAX popular. Sebenarnya ini gak ada hubungannya dengan JavaScript.
Saya ada satu slide dari rekan kita, dan silahkan disimak, ini menarik, karena sang vendor (gabungan MS plus IBM, Sun, Oracle) mengeluarkan SOA Suite dengan SOAP sebagai standard, dan mega marketng funding selama lebih dari 5 tahun ini.
Tetapi dunia internet bukan milik mereka (vendor object), tetapi milik para implementator HTTP, dimana REST adalah implementasi dari HTTP bukan.
atau bilamana tidak keluar, click url ini
Bagi implementator single window, pasti kaget kan, apakah solusi single window anda adalah yang terbaik...yuk mari ngebudget baru lagi...
OpenID di Windows Live, setelah Yahoo, AOL
Mungkin kita tidak menyadari telah terjadi perebutan kekuasaan di dunia identity management sejak satu dekade, saat itu Microsoft melahirkan MS Passport, serta gang Sun, IBM melahirkan LIberty Alliance dengan specnya SAML.
SAML ini jadi tulang punggung sistem identitas dari Google. Malah SSO tech yang dianggap sekala Enterprise, semua menggunakan SAML.
Perang standard Liberty vs Satu Spec dari MS, ternyata berakhir menarik.
Dimulai dengan AOL yang mengimplementasikan OpenID, sebuah barang underground tepatnya, kemudian Yahoo, terus, Sun sendiri mengimplementasikannya http://openid.sun.com, dilanjutkan dengan sang dominator memasukan dunia OpenID ke Windows Live. Ini artinya apakah perang berakhir, dan pemenangnya adalah sebuah inovasi tidak jelas dari rekan-rekan OpenID.
baca info Windows Live mendukung OpenID di http://dev.live.com/blogs/devlive/archive/2008/10/27/421.aspx.
Kejadian istimewa ini sebenarnya hal biasa bagi mereka yang bermain-main dengan standard dari komunitas, apalagi bagi yang bermain-main dengan Java.
Peristiwa umum ini terjadi hampir setiap 2 tahun sekali di dunia Java. dimulai dengan dikucilkannya Gavin King oleh team JDO, akhirnya Hibernate menjadi salah satu inspirasi EJB3. IoC dari Spring yang meledak dalam 2 tahun terakhir, akan menjadi sebuah pembelajaran setelah keluar maintenance policy, sehingga kita harus mulai hati-hati menggunakan Spring, agar solusinya dapat berpindah2 dan tidak terikat dengan Spring.
Berikan kekuatan solusi kita pada sang pelanggan, ini lah kekuatan agnostic marketing.
Meruvian Jogja....27 Oktober 2008 resmi dibuka
Hi semuanya,
Mengusung hari sumpah pemuda 28 oktober 2008, hari ini (27 Oktober 2008), kantor Meruvian Jogja resmi telah dibuka untuk umum, dan beberapa program kerja sudah disiapkan, dan diharapkan akan segera membuat trend baru di area jogjakarta dan sekitarnya.
Saya akan standby di kantor sampai hari Rabu, dan menunggu siapa saja untuk datang ke fasilitas kami dan melakukan kerja sama.
Meruvian Open Facility ini adalah sebuah fasilitas terintegrasi digital untuk pengembangan aplikasi berbasis Java dan Enterprise OpenSource.
Benerapa program yang akan segera diluncurkan segera diantaranya:
- Java Education program dengan JENI
- jTechnopreneur
- Enterprise Solution
- Linux Solution
- Open Office
Adapun alamatnya adalah
Jl. Ringroad Utara No. 21, Sleman, Jogjakarta
NB: Facility ini juga merupakan IGOS Center mandiri
Meruvian Office (Open Facilities), open for the first day
after 2 week preparation, now, our newest open facility in Yogyakarta is open.
The first technopreneurship center in this country to increase the enterpreneur prosentage, hope our program can increase it to become 2% target.
the students of SMK3 PGRI Malang (8 persons) will join this program, as their 1 year internship program of course.
We are opening for any working group with all univs, college, high schools and also companies in this area (mid java and yogyakarta).
please contact sulis (tsulis at meruvian dot org) or direct to me (frans at meruvian dot org).
Geode Netbook vs Atom Netbook
Kita baru saja membeli Quantel netbook, dan sekarang lg jadi resellernya, harga mulai 2.990.000 (Geodeo LX 500Mhz) sampai 4.399.000 (Intel Atom 1.6 Ghz).
Netbook Geode memberikan tantangan tersendiri, karena gimana membuat didalamnya bisa jalankan aplikasi (project postila), karena Geodenya LX800 itu hanya 500Mhz, bandingkan dengan Atom yang 1.6 Ghz. Tapi harganya bagi yang main quantity menarik sekali.. buat light desktop standalone (entprise) solution...
Saya dah 2 minggu kerja pakai E10, yaitu Geode dg LCD 10.2". dg PCMICA, harga 4juta, saya dah bisa berIM2.
Sayangnya saat ini driver linux geode masih tidak bekerja dengan mulus, sehingga layanan Linux kami untukGeode, blm bisa direlease...
Tapi ini sebuah pengalaman menarik, karena kita bisa dapat 2 netbook, dimana sebelumnya 1 notebook.
Apakah kamu menggunakan netbook juga, dan utak atik di Linux.
Oh, saya juga ada yg Atom dengan gOS Linux (thinkgos.com), dan jalan bagus sekali termasuk resolusi 1024x600-nya, sukses deh. Vista Ultimate juga jalan bagus sekali. Tentu saja tidak ketinggala JavaSDK diseluruh netbook baik geode maupun atom..
Nah bagi yang mau belajar programming buat anak SMK/A dengan netbook boleh kerja sama dengan kita.
Overdrive.. seberapa cepat kah itu? letak sebuah kepuasan
Saya memilik buku Overdrive, gambar depannya Bill Gates, buku yang menginspirasikan saya, dimana intinya kurang lebih sebuah motivasi untuk lebih cepat dari keadaan sekarang, dan dilakukan terus menerus. Overdrive gitu...jadi saingan kita itu adalah diri kita sendiri. Menarik sekali bilamana kecepatan diri lebih cepat dari sekitarnya..
Persepsi ini yang mendasari saya selama 10 tahun terakhir, tapi apa bener ini buku saya baca 10 tahun lalu.. saat kuliah??? persepsi ini yang membuat prilaku, sampai kemarin Yanti cap saya "the most workholic person in her live". Argh.. gelar sangat buruk.. how can i love my job more than my live... sampai Djony suruh saya rest dan go to medical checkup..
Tapi sebenarnya "rasa penasaran" untuk mencapai sebuah target atau kata kerennya ambisi, sebenarnya sudah disaya desain sejak SMA. Menarik, target umur 30 tahun punya perusahaan, eh malah umur 26 dapat pertama. Malah umur 33 sekarang ini, saya malah memiliki sebuah program sustainability, dan masih belum tahu kapan ini bisa dilakukan dan terjadi.. tapi pencapaian target ini membuat sekarang terjadi pergeseran, mencari live wisdom.. ceilee... gimana membuat mengisi kehidupan ini lebih berarti dan bernilai dan ada ekosistemnya, makanya jangan kaget, concern saya di people development lg jadi concern saya.. dan sedikit "paksa" orang juga beroverdrive. Sebuah program gila tentu saja, untuk sebuah negara yang level enterpreneurshipnya cuman 0.018% (level slave country) vs Singapore (2.75%). Seperti melempar garam ke laut kah... thx for trend technopreneurship di pemerintahaan.. but. ini masih "himbauan" like usually. where is the action?
Saya sangat suka dengan overdrive, malah sering merangsang semua orang untuk melakukan hal yang sama. Apalagi setelah gaul sama secara global, mulai dari buat jejaring Java.. para engineer dimana-mana, value commercial orang-orang techie di Java Champion yang kurang, maklum topiknya bahas fitur Java SE 6u10, intinya di Java Champion, hanya tempat ketemu dan melihat bagaimana mereka bekerja. Level technopreneurnya garing euy.
Para Java-preneur seperti Rod, Mike Conan, mereka 2 Java Champion yang gak pernah posting sama sekali.. garing deh... mereka tidak pernah posting pengalaman mereka buat perusahaan Java. Saya melihat sebuah peluang siapapun untuk lead the market. Sepak terjang Rod sepertinya sekarang dapat menjadi sorotan, sedangkan sebelumnya Marc Fleury yang jadi sorotan (pensiun dia dengan 300 juta dolar sales of JBoss to RedHat). Sebenarnya ada Zimbra yang sold 320 juta dolar ke Yahoo, sayang reposisinya yang mixed Posfix-Java-AJAX, sepertinya kurang tersoroti. Jadi kepikiran, gimana yah BlueOxygen project dibeli 100 juta dolar.. hu hu hu.. bisa gak yah, dengan ekosistem Indonesia... mimpi sepertinya..
Tapi, pas saya terpilih jadi Ace Director, sebuah nuangsa baru terjadi, enterpreneur dan opportunist sangat tinggi sekali. Walaupun gak semua, tetapi gang Belanda sangat agresif untuk show off secara global. Malah gang Amerika sepertinya cool-cool and friendly. Asia sih jangan diharap, garing banget. Ace Director terbaru malah dikerjain saat on wrap di OpenWorld.
Nuansa "dasi" di OpenWorld sangat kental, dan profesionalisme, services sangat kental sekali. Ambisi Larry terlihat sekali di team Oracle. Agresif.. malah lebih cenderung Overdrive.. kok bisa? Seperti Clement yang pegang SOA, dia dipaksa mengerti dan memahami mie rebus SOA yang ada di Oracle, dan menjelaskan ke kita secara lebih detaill, plus protes-protes yang dilontarkan kita (Ace Director) ke dia.. "We will see" menjadi topik utama dalam briefing ini.
Saya gak sabar penetrasi Bea di Oracle, yang akan membawa "domain driven knowledge" dan akan bersaing power dengan gang "data driven knowledge". Saya melihat sepertinya akan terjadi sebuah mixed, tetapi arah ke propietary (extend from open platform) sangat kental..sebuah model baru "lock" oracle terhadap dunia Java yang open.
Coba bagi yang datang kemarin ke Metrodata Solution Day, dan tanya-tanya ke boothnya, harus sekali-kali deh bandingkan dengan Exhibition terutama Oracle Techno Lounge. Hope I can find like this in Asia (Asia loh bukan Indonesia).
Jelas lah Oracle yang 90 billion market cap vs Sun yang hanya 3 billon, ini artinya sebuah persepsi yang berbeda antara Sun dengan Oracle yang 30x-nya, vs market Indonesia yang 200 billion a year.. hu hu hu.. sedih juga dengan keadaan ini. how can IT biz here is so small... malah sales vendor MNC seperti IBM, Sun atau Oracle masih lebih kecil dari sales satu product teman saya.. but I am to much IT blood...and i am not him... 
Sentuhan dengan Ace Director ini memaksa saya juga berpikir secara global, sebuah dunia baru, dan malah saya cupu sekali disana. Gimana coba, tiap hari berkutik dengan pasar 200 billion terus harus masuk ke area dimana bonus CEO setahunya aja sama dengan sales satu Indonesia..1 orang = 1 country... sebuah paradgima gak nyambung tentu saja, sebab saya salah satu bagian dari 1 country ini.
Ada ide untuk memuaskan sebuah keingintahuan dan tantangan ini.. be a global player from a tinny (almost zero) marketshare.
.... tapi....
saya lg compare nih market Telco di Indonesia, dg 12 operator yang perang harga, lihat aja Axis, Smart, 3, Ceria.. saya masih gak ngerti gimana mereka bisa bertahan hidup didalam perang XL dan Indosat dan Telkomsel yang seru, perang sandra dewi vs luna maya vs asmirandah...
plus.. negara yang lambat untuk bereaksi.. angkringan mulu masalahnya...
ada ide gimana mengisi dan memuaskan sebuah kehidupan yang ada sekali...
Regulasi Praktek Kerja Industri
saya baru mendapatkan informasi, mengenai pekerjana dibawah umur. dan ternyata MoU dg pihak SMK/U penting.
akhirnya ada satu pasal khusus untuk mengatasi kasus pekerja dibawah umur bagi mereka yang magang... ini regulasinua, semoga berguna
Kerjasama ini menunjuk
Kepmendiknas R.I. Nomor 323/U/1997 tentang Penyelenggaraan Sistem
Ganda (Prakerin) pada Sekolah Menengah Kejuruan, Prakerin adalah
suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang
memadukan secara sistimatik dan sinkron program pendidikan di sekolah
dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan
bekerja di dunia kerja, terarah untuk mencapai tingkat keahlian
profesional tertentu
Pasal 68 UU No. 13 tahun 2003
tentang Ketenagakerjaan, menegaskan bahwa Pengusaha dilarang
mempekerjakan anak, dan kriteria anak yang digunakan oleh
undang-undang ini adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun.
Selanjutnya, pada pasal yang lain, yakni pasal 70 ayat (1) disebutkan
bahwaAnak dapat melakukan pekerjaan di tempat kerja yang merupakan
bagian dari
kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh
pejabat yang
berwenang. Ketentuan ini dapat dipandang sebagai
aturan yang dibuat untuk mengakomodasi Kepmendiknas No. 323/U/1997
tentang Penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda pada Sekolah Menengah
Kejuruan, yang selanjutnya disebut Prakerin
Bittorrent
Hari ini saya coba download alfresco 3.0, dan wow, ada versi bittorrentnya. Kemudian saya download deh bittorent client. lumayan dapat 71kbps... pake speedy. dan tumbennya sekarang lg gak byar pet.... tuh speedy
sepertinya ide ini harusnya jalan di sistem BSE.. bittorent version of Indonesian book. dan setiap yang online jadi producer BSE..
Mengagnostickan Java, setelah Cult Branding
Awal-awal JUG dibuat, saya mengimplementasikan Cult Branding, sebuah mekanisme yang mengkultuskan Java, sehingga tumbuh kepercayaan Java publik terhadap Java sebagai produk yang layak investasi. Sepertinya Java sudah menjadi sebuah legenda, karena telah OpenSource dan masih dipakai. Ini artinya Cult sudah terjadi. Tapi tentu saja tidak sefanatik Harley, yang ada sampai mentato tubuhnya secara permanen dengan logo Harley.
Tapi saya sendiri tidak tahu apakah market cap Harley vs Java gabungan ini gimana, saya malah melihat Java itu market capnya lebih tinggi dari Harley, karena Harley berbenturan dengan invetasi fisik yang terlimit, Java itu digital dan unlimited. Malah Java akan meluas setelah Android sukses keluar dari closure Java dari Sun. Sebuah strategi ciamik sekali.
Ternyata dg meluasnya Java menjadi sebuah titik dari sebuah inovasi, serta pasar yang tumbuh diatasnya yang dapat dinikmati umat manusia, serta mulai bermunculan teknologi berbasis virtual machine seperti FireFox 3.1 dengan Tracemonkey VMnya, Ruby juga berVM, Erlang juga berVM, serta ada proyek membuat aplikasi jalan diatas Java dan .NET CLR bernama Scala. Ini sepertinya akan terjadi kompetisi antara Java dan teknologi lain, yang semuanya memiliki cara kerja mirip yaitu virtualisasi. Ini tentu saja diluar dari popularitas virtualisasi sistem operasi. Ini diluar dari JRockIt Virtual Edition yang akan direlease tahun depan. Prang di virtualisasi ini membuat pasar cloud computing menjadi sebuah arah jelas.
Trend ini membuat cult branding menjadi tidak relevan, sebab pasar sudah terbentuk, dan yang diperlukan adalah mengagnostickannya, artinya melawan cult yang terjadi sehingga membentuk ceruk pasar baru. Apa jadinya bilamana Java diagnostickan.
Model agnostic untuk JUG yah dengan lahirnya subdomain JUG program, jadi kekuasaan JUG disebar kesetiap region, dan semuanya berhak menentukan inovasinya. Model ini dulu diutarakan IMW, karena itu mengapa KPLI ada perkota, agar tercipta inovasi. Nah saya hanya tidak mau jadi lead JUG, saya menunggu ada juru bicara, seksi sibuk untuk mewakili JUG. siapa kah itu.. Deny?? Hendro? Kiki? atau Alex..
Implementasi Agnostic paling penting dari Java adalah membuat JVM implementation yang beragam, agnostic akan terjadi saat Harmony stable keluar dan gain marketshare, seperti Firefox yang mengambil balik pasar IE, serta Chrome yang muncul dengan concept baru, Web is application.
Agnostic marketing sepertinya menarik, sebuah contra marketing dari cult branding (mengagungkan brand).
Knowlege Collaboration Platform, sebuah awal idea
Kaget juga, ternyata perjuangan gerakan, ceilee, dari buat JUG sampai buat sebuah KCP (Knowledge Collaboration Platform), makan waktu lama, dan rekan digital saya, Romi SW, webnya http://www.romisatriawahono.net/. Notebene Romi berjalan dari gerakan general (IlmuKomputer) dan saya dari focus spesifik (Java), dengan tengang waktu hanya 4 bulan, Jul 5, 2003 (IKC) dan Apr 12, 2003 (JUG). Jadi saat awal-awal kita chatmate, dg paradigma marketing berbeda. Dunia seperti Lingkaran. percaya tidak.
Dg gerakan Java yang berbasis Platform, dan tekanan untuk keluar dari gelar "Java" dalam diri saya, yang dilakukan sejak 2 tahun, karena secara marketing gerakan Java sepertinya kurang kuat. Mungkin IMW benar untuk beberapa hal. Apalagi status saya dan perusahaan saya bukan partner Sun, sehingga secara posisi kita ini memiliki program yang berbeda. Kepentingan Sun dan saya kebetulan di link oleh JUG dan Java. Tetapi Oracle dan saya juga dilink via Fusion dan Ace Director. Malah JUG ini yang membawa jejaring goverment, dunia yang asing dalam kehidupan saya. Tapi link ini membuat saya mengerti dan malah beberapa mengatakan saya ini nasionalis. Posisi antara ini menarik, sehingga saya menjadi lebih netral terhadap teknologi didalam Java.
Blog-blog saya mengenai ide Java harus OpenSource sebelum Sun mengOpenSourcekannya, menjadi sebuah perjuangan awal untuk memastikan, agar Sun tidak dapat macam-macam terhadap semua kerja keras saya. Hal yang tidak dapat saya lakukan terhadap ilmu VB6 yang saya dalamin sejak 1992. Maklum hidup cuman sekali, dan kita hrs membuatnya menjadi aset.
Ternyata Geir Magunson, memiliki program yang sama, coba deh ikutan milis OpenJDK yang disussion, banyak hal yang kita temukan dalam Java yang masih propietary, dan belum ada reason kenapa Java gak 100% OpenSource. Sun team belum memberikan statement dan checklist, API apa saja yang tidak diOpenSourcekan. Jadi yah masih ada kerjaan untuk make sure the Java is 100% OpenSource.
Gara-gara ide ini, saya kepikiran membuat team OpenJDK yang melakukan listing feature yang tidak OpenSource. Walaupun sebagian besar sudah OpenSource. Ide ini saya jalankan saat saya menemukan aplikasi Swing yang saya jalankan ternyata kok fontnya berbeda antara Sun JSDK dan OpenJDK.. jadi deh pertualangan ini dimulai.
Tetapi, ada sebuah kesan buruk, ternyata saya ada divisi BlueOxygen yang stacknya makin hari makin banyak, terus ada juga masukan agar mengimplementasikan JSF dan SpringMVC dalam Cimande. Belum lagi banyak outstanding Issue di JIRAnya BlueOxygen. Argh kerjaan kok banyak yah... Belum lagi harus mengisi quota revenu di Meruvian yang kantornya nambah, dan belum lagi harus buat program kerja JENI 2.0. Serta program baru jTechnopreneur. Banyak kan..
Apalagi positioning BlueOxygen kan implementasi aplikasi dengan cimande, jadi kita buat aplikasi yang siap pakai loh diatas cimande dalam proyek Blueoxygen. Jadi rekan-rekan yang mau dibuatin aplikasinya submit aja ke program i2p kita, kita buatkan, gratis, tentu saja dischedulekan dalam prioritas.
Jadi deh ada beberapa stack level yang setelah dimapping wah gila, dari ilmu mendeploy Cimande di banyak container (sekarang jalan di Jboss, Glassfish dan tomcat secara mulus, Weblogic dan Websphere on the way). kemudian membuat program course baru di Meruvian, belum lagi membuat semua ada theory managementnya di jTEchnopreneur, ini sebuah program kerja gila-gilaan, bener gak team..
Tetapi hati saya masih kurang hot, kalau saya sendiri melihat one day the rule of Java itu masih bukan komunitas. Walaupun kasus Spring Maintenance Policy membuat saya akhirnya bersyukur ada JCP, walaupun ini masih divisi Sun, bukan badan khusus. Jadi bisa jadi suatu hari Sun masuk area yang BlueOxygen buat.. jadi preparasi gitu lah. Maklum area BlueOxygen masuk ke Fusion Application.. cooperative movement bukan.
Gara-gara ide ini, dan juga ada beberapa gawean di client berhubungan dengan pengembangan SDM, skillset programmer, serta operation platform strategis. Akhirnya mendalami arsip-arsip keilmuan yang saya punyai. Ternyata kita membutuhkan Knowledge Management.
Ini menarik, sebab ini area Romi SW dari awal, dan model IKC adalah Knowledge Management, bedanya yg ini spesifik Java.
Banyaknya program kerja yang kita kerjakan, membuat kita memerlukan sebuah manajemen pengarsipan ilmu, dan karena kita berbasis Java, yah dicari deh aplikasi yang dapat menampung ini semua, lahirlah Medallion, tetapi setelah dilihat ada beberapa aplikasi yang ada hanya di PHP, lahirlah Mitanni.
Sebuah meeting kecil dengan Pak Mike di Pasific Palace selama 2 jam, untuk presentasi dadakan Jardiknas, lahirlah sebuah keilmuan standar membangun content untuk IP Public sehingga jardiknas memiliki content. Ternyata semua ini sama. Sebenarnya sebelumnya, program JENI juga sama, tetapi JENi masih Java, kalau jardiknas kan gak bisa paksa semua Java. bener gak.
Jardiknas memerlukan sebuah mekanisme yang sama, tetapi level praktis tentu saja, bukan teoritis. Install, isi dan pelihara. Saya gabungkan dengan proyek internal kita, jadi deh Knowledge Collaboration Platform.
Knowledge Collaboration Platform memungkinkan kita mengembangkan dan berinovasi, tetapi bilamana pekerjaan semakin banyak, kita tetap dapat mendalaminya, karena ilmu-ilmu abstract telah menjadi sebuah digital aset yang dapat direplikasi ke banyak pihak. Gabungan KCP dg Teori KM ini adalah sebuah knowledge enterprise.
NB: Seneng juga, setelah 2 tahun mendalami ini semua, akhirnya punya stack solusi yang lebih lengkap dari Sharepoint.. ditunggu program marketingnya yah..
Experience Economy
Saya lg getol promosi Knowledge Collaboration Platform dan Experience Economy, ini 2 program kerja baru kita, dan tentu saja ini membuat team kita menjadi sangat agnostic, terlepas dari brand Java yang kita hampir tekuni dalam hampir 1 dekade ini.
Sebenarnya reposisi ini sudah saya lakukan sejak 2001, tetapi ternyata fondasinya sulit sekali, dan tentu saya, saya sangat berterima kasih sama Opa Micheal , yang selama lebih dari 15 tahun jadi mentor saya, dan kagetnya masih saja sampai hari ini. Buat Ryan, lo bisa lihat sekarang, because you are under him also.. selamat berperang di Asia bro.. sepertinya lo lebih cepat dari gue ;0 karena under his shoulder now... gue nyusul.. nih tahun depan.
Knowledge Collaboration Platform adalah sebuah inisiatif high level, seperti awang-awang, tetapi ini sebenarnya gabungan pengalaman saya dalam 8 tahun ini didunia non IT tapi memerlukan IT, serta pengalaman saya buat platform sendiri under Blueoxygen. Thx for the opensource community di global yang membuat ini jadi cepat. Sebab ada satu kekuatan agnostic (ini kata baru juga bagi saya, thx tony for the word), yg harus disusun untuk merealisasikan ini semua.
Dg platform ini diharapkan ada sebuah gerakan ke experience economy, mungkin yang sering berhubungan dengan kita, sejak 2001, kita sering promosi experiential training program, nah ini versi 2.0 nya,
maklum movement kita karena mau open office di Singapore, makan lebih ke economy scale, kalau di dunia Ms, disebut LSE mungkin. CMIIW.
Saya sendiri sedang berusaha memahami "Creative Industry" dari pemerintah kita, maklum Pak GHP sangat ngotot ke game industry.. Padahal experience economy ini secara teori sudah ada sejak 1986, cuman yah itu mengumpulkan stacknya itu yang cape, kaget juga perlu 8 tahun.. dan mengikuti brand cycle opensource global yang dianggap sudah masuk siklus relevan, dari pada aware.. Tentu saja di Indonesia, masih tertinggal masih masuk aware.. negara ini biasa kok kalau apa2 lebih lambat, jadi kita yang mau buat program harus sabar...
Semoga dg program ini kita bisa memiliki reposistioning baru di pasar luar.. argh.. padahal inggris saya juga gak gape.. tapi namanya juga perjuangan, masa menyerah....
so, apa pengalaman kamu yang dapat dishare ke luar yang memberikan nilai tambah dan juga secara langsung memberikan kekuatan terhadap diri untuk dapat bersaing lebih dan mendapat hidup lebih baik... welcome to experience economy, please use knowledge collaboration platform untuk merealisasikannya. menuju experience knowledge (intellect) economy... will u?
Arne, Internship di Intercitra
Wah ini ada blog Arne, anak jerman yang magang di Intercitra, terus dia kaget dikasih makan Ayam TulangLunak Hayam Wuruk.
Arne di Bajaj (dia naik bajaj loh)
Arne dalam terminal busway, gara-gara kelamaan nunggu pak Cahyana, jadi dia pulang dulu
Dan saya jelaskan apa yang kita kerjakan dikantor, dan difoto sama dia diagramnya
Ini diagram saya, kalau mau tahu apa yang kita kerjakan tiap hari, nah ini gambarnya.. kusut gak
nah bagi yang mau lihat blognya silahkan baca, pake bahasa jerman
http://indonesia.arnep.de/archives/55-Ereignisreicher-Tag-...-Langfassung.html
atau translasinya pakai bahasa indonesia
Massive Agnostic
Hari ini banyak sekali masukan saya dapat dari TSH, sebuah cara pandang gimana kita masuk ke dunia baru, whitespace, dimana ternyata saya juga sedang membuatnya dengan proyek BlueOxygen.
Sebuah masukan yang kuat, seperti bagaimana meningkatkan taraf hidup pemakainya sampai 300%, ini mirip dengan konsep eBay yang 1.3 juta orang tergantung hidupnya dari eBay. Jadi bicaranya tidak dari sisi framework, opensource atau apa, tetapi dari nilai yang dihasilkan.
Sayangnya setelah dipelajari, sistem agnostic yang memberikan kebebasan terhadap pemilik solusi yang dikaji, akan memberikan sebuah kehati-hatian bagi entitas yang mendapatkan "project", apalagi kalau solusi yang dibuatnya agnostic terhadap produk-produknya.
Pakai dana sendiri kan artinya biaya lebih tinggi, share dana, tetapi kerja sama yang dibuat juga hanya mengacu pada project itu saja.
Saya melihat sebuah solusi agnostic ternyata mengalami proses yang lebih lambat tetapi secara long term lebih sustain. Karena yah itu kita harus membuat brand dari awal, dan umumnya organik, terutama di negara yang tidak ada Venture Capital. Karena tidak ada dana mengoverdrive solusi untuk dapat masuk ke benak para calon pemakai.
Marketing cost untuk mengkomunikasikan ini juga sangat besar, mengacu pada brand leadershipnya, mulai dari relevansi sampai kharisma.
Sepertinya belakangan ini model layanan semakin massive, sehingga memerlukan pola pikir berbeda dibandingkan project yang satu kerjaan, tapi sebuah solusi yang retail. tentu saja ini semua memerlukan investasi. Contoh menrik adalah Facebook, dengan 2 orang bisa jadi sebesar ini. Tentu saja karena ada venture capital di US..
saya melihat reposisi BlueOxygen dengan Fusion, kita share JVM, juga share container JavaEE, tetapi dilayer ke-3 kita menggunakan framework integration yg berbeda, terus kita buat solusi diatasnya, Oracle membuat Fusion Apps (ERP baru dari Fusion). Jadi cabang terbentuk dua, nah disini agnostic muncul, kalau marketing Weblogic mungkin bisa bareng, karena kita adalah menggunakannya, tetapi kalau kita maju framework dan cara pengembangan aplikasi, kita competitor.
Tetapi yg lebih sengit lagi adalah Java vs .NET on Windows, 2-2nya memberikan value besar buat Windows, tetapi kalau BlueOxygen on Windows, ini lebih agnostic, apalagi kalau komunitas pemakai cimande berkembang, semakin agnostic solusi kita kearah Java..
Bumi Kitri Bandung
Hari ini presentasi gimana buat develop Knowledge Platform untuk sekolah-sekolah, ini kota ke-3, dan saya baru saja kelar, dan ini kota ke-3 yang ternyata pesertanya bukan orang IT semua.





