Memprediksikan Masa Depan.. Fortune Teller to survive is PLATFORM
Hal yang tersulit dalam dunia technology yg terkenal cepat sekali bergerak, mungkin nafas kita aja kalah cepat dengan internet collaboration movement yang terjadi.
Semua produk sukses adalah yang revolusioner, dan saya sendiri tidak tahu apakah semua yang mencetuskan dan membuatnya termasuk kategori paranoid (only paranoid can survive..sudah baca bukunya?).
Saya salah satu tipe orang yang menganggap diri ini tidak diberkati, tetapi percaya peluang berkat dapat diperkecil dengan berusaha keras sehingga berkatnya tidak buruk-buruk amat.
Saya mempredikasikan setiap entitas yang bertahan hidup yang memiliki platform yang kuat, contoh paling hot 25 tahun terakhir adalah
- Intel dengan prosesornya (siapa yang tidak pakai ini barang dan kalau Intel tutup, kehidupan terhenti.. saya salah satunya..walaupun ada AMD juga dikantor),
- Microsoft dengan Windowsnya (berapa banyak orang hidup mati di Windows, sudah tahu 65% implementasi Opensource diatas Windows..ckckck..),
- VB6 yang locked to Windows (lihat masih ada 27% programmer diseluruh dunia yang masih menggunakan VB6),
- Java (berapa banyak yang pakai 9 juta kan, dan tahu kan perang perebutan Java saat ini, Sun gak tahan bisa keluar arena, maklum sales Java di Sun cuman 34 jt dolar, kecil sekali buat sebuah perusahaan MNC).
- Linux, ini produk paling flamboyan satu dekade ini, perang perebutan kekuasaan Linux sangat sengit, walaupun yang terjadi perang antar mereka sendiri, di Indonesia juga terjadi loh.. ayo siapa?
Setiap platform ini sebenarnya intinya mempermudah layer diatasnya, seperti Windows, mempermudah orang membuat aplikasi GUI, Linux mempermurah memiliki sistem operasi, Java mempermudah mengembangkan aplikasi multiplatform yang mature (scalable), VB6 mempermudah membuat aplikasi diatas Windows.
Facebook juga platform loh, lihat banyak aplikasi diatas facebook kan, sampai2 friendster aja ngikut2.
Platform yang diisi oleh aplikasi buatas usernya disebut Web 2.0 extended harusnya, sebab Web 2.0 kan usernya ngisi sendiri, tapi yang diisi content Web 2.0x harusnya yang diisi adalah aplikasi, dan tentu saja memerlukan programmer untuk membuatnya..
Jadi apakah masa depan itu adalah mereka yang hanya dapat membuat aplikasi mengintegrasikan terhadap sebuah solusi, gimana dengan mereka yang just user... mari kita mencari peluangnya.





