Friday March 23, 2007
Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman
dengan keyakinan dogmatis yang berusaha keras mengingkari penciptaan.
Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan
gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat, kita akan
melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan.
Akan tetapi bukan filsafat pagan kuno
ini yang telah berperan penting dalam kelahiran dan perkembangan
ilmu pengetahuan modern, melainkan keimanan kepada Tuhan. Pada umumnya
mereka yang memelopori ilmu pengetahuan modern mempercayai keberadaan-Nya.
Seraya mempelajari ilmu pengetahuan, mereka berusaha menyingkap
rahasia jagat raya yang telah diciptakan Tuhan dan mengungkap hukum-hukum
dan detail-detail dalam ciptaan-Nya. Ahli Astronomi seperti Leonardo
da Vinci, Copernicus, Keppler dan Galileo; bapak
paleontologi, Cuvier; perintis botani dan zoologi, Linnaeus;
dan Isaac Newton, yang dijuluki sebagai "ilmuwan terbesar
yang pernah ada", semua mempelajari ilmu pengetahuan dengan tidak
hanya meyakini keberadaan Tuhan, tetapi juga bahwa keseluruhan alam
semesta adalah hasil ciptaan-Nya 1
Albert Einstein, yang dianggap sebagai orang
paling jenius di zaman kita, adalah seorang ilmuwan yang mempercayai
Tuhan dan menyatakan, "Saya tidak bisa membayangkan ada ilmuwan
sejati tanpa keimanan mendalam seperti itu. Ibaratnya: ilmu pengetahuan
tanpa agama akan pincang." 2 [Read More] Posted by samsun H in Science at 20070323 Comments[1]
Satu Bantahan Lagi terhadap Dongeng tentang Organ Sisa
Darwinisme menganggap seluruh kehidupan di bumi
sebagai suatu hasil mutasi tak-disengaja dan seleksi alam
dan, sebagai keyakinan yang bersifat praduga, meniadakan
keberadaan perancangan cerdas. Dengan tujuan membantah
adanya perancangan, pemikir Darwinis mencari-cari cacat
pada keseluruhan seluk-beluk yang saling terkait dari
makhluk hidup. Dari Darwin hingga Dawkins, berulang-ulang,
sikap dogmatis ini telah membuat evolusionis tersebut
bersikukuh tentang keberadaan struktur cacat dan organ-organ
sisa (vestigial) "yang tidak memuliki kegunaan", yang bersifat
praduga, pada makhluk hidup. Namun, berkali-kali juga, pengakuan
berani dari para evolusionis tersebut ternyata malah menjadi
bukti ketidaktahuan mereka. Organ-organ sisa yang diduga
[sia-sia] tersebut kemudian ditemukan memerankan fungsi sangat
penting dan keseluruh pendapat mengenai "organ sisa" ternyata
merupakan buah pikiran yang keliru.
Cara dapat Buku MVC pertama di Indonesia karangan Frans Thamura Cs. secara gratis!!
Ada yang ingin dapat Buku MVC pertama di Indonesia secara gratis alias cuma-cuma?
Coba anda tengok mailing list java terbesar di Indonesia Jug Indonesia
[Read More]
Posted by samsun H in News
at 20070321
Comments[0]
Buku MVC pertama di Indonesia, telah siap order.
Dari mailing list JUG Indonesia JUG INdonesia.
Penulis: Frans Thamura, Leo Heryanto, dan Endy Muhardin
Topik Bahasan:
- Bab 1, Mekanisme Pengembangan dalam Java dari MVC sampai AJAX
- Bab 2, Berkenalan dengan Teknologi Viewer dalam MVC, Compile
Time vs Run Time
- Bab 3, Berkenalan dengan Hibernate untuk solusi Model pada MVC
- Bab 4, Pemograman MVC dengan Controller WebWork/Struts 2
- Bab 5, Pengembangan dengan IOC Menggunakan Spring Framework
- Bab 6, Membuat Aplikasi Web CRUD dengan Cimande
- Bab 7, Implementasi User Management dengan Filter dan Session
- Bab 8, Manajemen Organisasi dengan Blueoxygen Cimande
- Bab 9, BlueOxygen Postila, Solusi POS dengan Swing dan Hibernate
- Bab 10, Mengembangkan Aplikasi Berbasis SOA dan Memperkenalkan
Projek PASIR
- Appendix A, Berkenalan dengan Java SDK dan Variannya
- Appendix B, Memulai Pemograman Berbasis Java dengan Eclipse IDE
(Calisto)
[Read More] Posted by samsun H in Java at 20070321 Comments[1]